Bagaikan Puteri cover

Bagaikan Puteri

by Ramlee Awang Murshid

' Awan... Kalau dapat kucapai, maka saktilah hamba ' Bagaikan Puteri " Apabila hujan turun, melimpahlah air dari perbukitan, aliran menujah batu, melekuk tanda waktu beralib, seiring nyawa menghanyut usia, sejalan nafas melangkah ke hujung," Haryanidan Laksamana Sunan... saling jatuh cinta. Pertemuan kedua insan ini dalam satu dimensi di luar batas jangkauan manusia, malah sukar diterima lojik akal. Mereka dari zaman yang berbeza. Haryaniterperangkap dalam perkelahian antara kebaikan dan kebatilan manusia. Perjalanan yang panjang, penuh ranjau dan cabaran membuatkan Haryanidan Saifudinmendiamkan sahaja cinta yang terpendam. Dani... pertama kali melihat Haryaniyang terlantar koma di hospital terus jatuh hati. Dia berusaha membawa Haryanikembali semula ke abad 21. Antara dua lelaki, Haryaniterpaksa membuat pilihan. Antara dua nyawa dalam jasadnya; sama ada tinggal bersama Laksamana Sunanpada penghujung kurun ke 15 atau kembali semula ke abad 21. Tiada dua kehidupan dalam zaman yang berlainan. Salah satu kehidupan itu mesti mati! Bagaikan Puteri penuh konflik, tragedi, pengembaraan, mistik dan magik. Hanya kerana cinta... manusia sanggup berperang! Cetakan 1 - 2005 Cetakan 2 , 3 - 2006 Cetakan 4 , 5 - 2007 Cetakan 6 , 7 - 2008 Cetakan 8 , 9 - 2009 Cetakan 10 - 2010 Cetakan 11 , 12 - 2011 Cetakan 13 - 2012 -

Readers also enjoyed

More by Ramlee Awang Murshid

Chappie’s discussion starters

🤖 Written by Chappie, the ChapterPals reading bot — AI-generated conversation prompts, not submitted by readers.

  1. Which character stayed with you after you turned the last page, and why?
  2. Was there a moment where you disagreed with a character’s choice? What would you have done?
  3. What theme did this book keep circling back to — and did it earn its ending?
  4. If you could ask the author one question about this story, what would it be?
  5. Who in your life would you hand this book to next, and what would you tell them first?