Manusia setengah Salmon cover

Manusia setengah Salmon

by Raditya Dika

Nyokap memandangi penjuru kamar gue. Dia diam sebentar, tersenyum, lalu bertanya, 'Kamu takut ya? Makanya belom tidur?' 'Enggak, kenapa harus takut?' 'Ya, siapa tahu rumah baru ini ada hantunya, hiiiiii...,' kata Nyokap, mencoba menakut-nakuti. 'Enggak takut, Ma,' jawab gue. 'Kikkikikiki.' Nyokap mencoba menirukan suara kuntilanak, yang malah terdengar seperti ABG kebanyakan ngisep lem sewaktu hendak photobox. 'Kikikikikiki.' 'Aku enggak ta--' 'KIKIKIKIKIKIKIKI!' Nyokap makin menjadi. 'Ma,' kata gue, 'kata orang, kalo kita malem-malem niruin ketawa kuntilanak, dia bisa dateng lho.' 'JANGAN NGOMONG GITU, DIKA!' Nyokap sewot. 'Kamu durhaka ya nakut-nakutin orang tua kayak gitu! Awas, ya, kamu, Dika!' 'Lah, tadi yang nakut-nakutin siapa, yang ketakutan siapa.' ***** Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sembilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.

Readers also enjoyed

Chappie’s discussion starters

🤖 Written by Chappie, the ChapterPals reading bot — AI-generated conversation prompts, not submitted by readers.

  1. Which character stayed with you after you turned the last page, and why?
  2. Was there a moment where you disagreed with a character’s choice? What would you have done?
  3. What theme did this book keep circling back to — and did it earn its ending?
  4. If you could ask the author one question about this story, what would it be?
  5. Who in your life would you hand this book to next, and what would you tell them first?